Akhir-akhir ini, semakin banyak orang yang menggunakan wajan keramik. Awalnya populer di Korea, wajan ini banyak digemari karena bahan yang digunakan lebih aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Saat pengguna menumis atau menggoreng dengan wajan keramik Korea, makanan akan matang secara merata dan lebih cepat. Oleh sebab itu, wajan ini layak dipertimbangkan untuk dimiliki di dapur.

Kelebihan Menggunakan Wajan Keramik Korea
Wajan keramik sesungguhnya sudah ada sejak lama sebagai alat memasak. Kembali terkenal di Korea, wajan ini diminati karena terbuat dari bahan keramik yang tidak memiliki lapisan kimia berbahaya. Hal ini membuat wajan keramik dianggap lebih aman dan alami untuk memasak.
Menggunakan wajan keramik, pengguna tidak perlu cemas tentang kematangan masakan. Bahan keramik dapat menyerap dan mendistribusikan panas dengan lebih merata. Selain itu, wajan ini mudah dibersihkan setelah digunakan. Hanya perlu menggunakan spons lembut untuk menghilangkan sisa makanan dan minyak.
Cara Memilih Wajan Keramik
Apakah pengguna mulai tertarik untuk beralih ke wajan keramik? Agar mendapatkan produk yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan, berikut beberapa tips yang dapat membantu.
Kenali Jenis Wajan Keramik Pribadi
Wajan keramik dibagi menjadi dua kategori, yakni keramik murni dan keramik lapis.
Keramik Murni, Aman untuk Suhu Tinggi
Wajan keramik murni terbuat 100% dari keramik. Bahan ini nontoksik dan nonreaktif, sehingga aman untuk dimasak. Wajan keramik murni tidak melepaskan logam berat atau bahan kimia berbahaya pada suhu tinggi.
Karena itu, penggunaan wajan keramik Korea ini tidak mengubah rasa makanan kesukaan pengguna dan juga mempertahankan aspek kesehatan makanan. Pengguna pun tidak perlu menggunakan banyak minyak untuk memasak, sehingga makanan akan lebih sehat dan nutrisinya terjaga.
Keramik Lapis, Ringan dan Ekonomis
Sesuai namanya, keramik lapis adalah wajan yang terbuat dari logam, seperti aluminium, kemudian dilapisi keramik. Wajan jenis ini banyak disukai karena harganya yang terjangkau. Selain itu, wajan berlapis keramik ini juga lebih ringan dibandingkan wajan keramik murni.
Walaupun lapisan keramik ini aman, seiring waktu lapisan tersebut dapat terkikis. Jika hal ini terjadi, logam pada wajan bisa larut ke dalam makanan, terlebih jika dimasak pada suhu tinggi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan masa pakai wajan dan mengikuti petunjuk perawatannya agar lebih tahan lama.
Agar pengikisan pada wajan lapis tidak cepat terjadi, pengguna perlu merawatnya dengan rutin. Gunakan spons yang sangat lembut saat mencucinya. Selain itu, juga bisa merendam wajan selama 15 menit untuk melonggarkan minyak dan sisa bahan sebelum dicuci. Selain itu, hindari memasak dengan suhu yang terlalu tinggi saat menggunakan wajan ini.
Perhatikan Bobot Wajan
Pada dasarnya, keramik memiliki berat yang mirip dengan batu. Oleh karena itu, adalah hal yang wajar jika wajan dari keramik lebih berat dibandingkan dengan wajan jenis lainnya. Contohnya, wajan yang terbuat dari keramik murni biasanya jauh lebih berat dibandingkan dengan wajan yang berlapis keramik.
Untuk memilihnya, carilah wajan dengan bobot yang sesuai dengan kemampuan pengguna saat memegangnya. Proses memasak bisa memakan waktu dan memerlukan teknik tertentu dalam mengangkat wajan. Jika terlalu berat, wajan bisa menyulitkan penggunanya saat digunakan dan berpotensi menyebabkan cedera pada tangan atau pundak.
Sebagai referensi, berat ideal untuk wajan adalah sekitar 1 kg atau dapat dengan mudah diangkat dengan satu tangan. Untuk keramik murni, kami merekomendasikan untuk memilih wajan dengan berat tidak melebihi 3 kg.
Perhatikan Ukuran Wajan
Terdapat berbagai ukuran wajan, mulai dari diameter 16 cm hingga 30 cm. Wajan keramik Korea yang lebih besar biasanya lebih berat dan memerlukan lebih banyak ruang untuk penyimpanan. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan ukuran wajan dengan kebutuhan dan kebiasaan memasak.
Pilih Pegangan yang Nyaman dan Aman
Karena wajan keramik cenderung lebih berat dibandingkan dengan jenis lainnya, penting untuk memilih pegangan yang nyaman. Pegangan berbahan bakelite memiliki sifat yang tidak mudah panas sehingga nyaman saat digunakan. Selain itu, pilihlah pegangan yang desainnya ergonomis dan kokoh agar tidak licin saat diangkat.
Perhatikan juga bahan serta bentuk pengait antara wajan dan pegangan. Jika pengaitnya tidak kuat, pegangan mudah lepas. Dianjurkan untuk memilih pengait berbentuk baut stainless yang kuat. Sebaiknya, hindari pengait yang terbuat dari besi tanam karena kurang tahan lama.
Sesuaikan Wajan dengan Jenis Kompor
Jenis kompor yang digunakan sehari-hari juga perlu dipertimbangkan dalam memilih wajan keramik. Secara umum, banyak dapur di Indonesia menggunakan dua jenis kompor, yaitu kompor gas biasa dan kompor induksi. Pada dasarnya, wajan keramik Korea jenis apa pun cocok untuk kompor gas biasa.
Jika pengguna menggunakan kompor listrik atau induksi, pilihlah wajan yang bagian bawahnya mempunyai magnet. Kompor induksi tidak menyebarkan panas secara langsung, tetapi menginduksi wajan untuk memanaskan. Dengan lapisan magnet, panas akan merata di seluruh wajan sehingga masakan bisa matang dengan baik.
Wajan keramik dengan alas magnet merupakan pilihan terbaik karena aman untuk semua jenis kompor. Untuk lebih fleksibel, pilihlah wajan keramik yang dapat digunakan baik di kompor gas maupun induksi.
MAXIM Neostone Enhanced Ceramic Nonstick Wok
Memasak menjadi lebih mudah dan aman dengan wajan anti lengket berkualitas tinggi. Berdasarkan Error! Hyperlink reference not valid., wajan ini memiliki lapisan anti lengket yang efektif saat digunakan. Hal ini karena terbuat dari keramik berkualitas tinggi yang lebih tahan terhadap goresan dan mudah dibersihkan. Selain itu, penghantaran panasnya juga cepat dan merata.
Dengan pegangan bakelite yang dirancang ergonomis, wajan ini lebih nyaman dipegang dan tahan terhadap panas. Lapisan granit di bagian luar mampu mendistribusikan panas secara merata untuk hasil masakan yang sempurna. Paket wajan keramik Korea ini juga dilengkapi dengan tutup kaca tahan pecah berbahan tempered, sehingga lebih tahan terhadap panas.



